BIAYA PENGECATAN LAPANGAN TENIS

Diposkan pada : 03-06-2015 20:10:37

Biaya pengecatan lapangan tenis di kami termasuk harga terbaik serta berpengalaman. Kami kerap berupaya semaksimal mungkin guna menyenangkan seluruh konsumen supaya biaya yg sudah mereka keluarkan tdk percuma. Jasa pengecatan lapangan tenis melalui tim Raditya Designer Art memberi garansi 100% buat kesenangan Kamu, serta kami berjanji agar tetap menyenangkan Kamu sebagai konsumen kami.

 

Ada berlimpah penyedia jasa pengecatan lapangan tenis, akan tetapi tdk semuanya bisa mempersembahkan hasil terbagus dalam semua konsumennya. Dengan sebab itu, tunjuk yg pasti-pasti aja. Tunjuk penyedia jasa yang didukung dari tim yg berpengalaman serta mempunyai wawasan besar tentang gaya pengecatan lapangan yg bagus agar hasil maksimal.

 

Raditya Designer Art meladeni Jasa pengecatan lapangan tenis di Jakarta, jasa pengecatan lapangan di Bandung, & pula bersedia melayani penggilan ke segala kota di Indonesia. Tim pengecatan lapangan tenis profesional kami dapat segera meluncur ke lokasi buat memperbarui serta membikin area Kamu nampak lebih bagus serta baru lagi, hingga kegembiraan serta antusiasme Kamu serta rekan-rekan untuk berolah raga juga dapat kembali berkembang.

 

Apa Kamu menginginkan & tengah menemukan penyedia jasa pengecatan lapangan tenis yg berkualitas serta berpengalaman ? Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap seputar jasa pengecatan lapangan, baik itu jasa pengecatan lapangan basket, jasa pengecatan lapangan futsal, atau pun layanan biaya pengecatan area tenis, Segera aja hubungi tim Raditya Pelukis Dinding di no 0822 9867 5016 sekarang juga.

-------------------------------------------------------

Info Terkini

Jasa Lukis Dinding

Bekasi, Saco-Indonesia.com - Mantan Ketua MK Akil Mochtar tak hanya disangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Lebak, Banten dan Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Akil juga disangka menerima hadiah atau janji (gratifikasi) delapan sengketa Pilkada lainnya, yaitu Pilkada Banten, Jawa Timur, Empat Lawang (Sumatera Selatan), Palembang, Lampung Selatan, Tapanuli Tengah, Morotai (Maluku Utara), dan Buton (Sulawesi Tenggara).

"Itu sangkaan pada Pasal 12 B (Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi). Untuk Pilkada Jawa Timur, khusus dugaan penerimaan janji," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/1/2014) kemarin.

Dugaan gratifikasi terkait sengketa Pilkada lainnya itu merupakan proses pengembangan yang dilakukan KPK setelah melakukan pemeriksaan saksi, serta menemukan barang bukti saat penggeledahan di sejumlah tempat.

Johan menambahkan, berkas perkara Akil untuk 10 sengketa Pilkada itu pun sudah dilimpahkan ke tahap penuntutan. Berkas perkara juga telah dinyatakan lengkap untuk dugaan pencucian uang yang juga disangkakan kepada Akil. 

Dengan demikian, Akil akan segera menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta pada Februari 2014. "Ini yang nanti akan didakwakan dalam proses penuntutan," kata Johan.

Kasus ini bermula ketika Akil ditangkap KPK saat akan menerima uang dari politisi Partai Golkar Chairun Nisa dan pengusaha Cornelis Nalau Antun. Uang itu berasal dari Bupati Gunung Mas terpilih, Hambit Bintih untuk mempengaruhi Akil dalam putusan sengketa Pilkada Gunung Mas.

Untuk memutus perkara sesuai permohonan Hambit, Akil disebut meminta uang Rp 3 miliar. Chairun Nisa, Cornelis, dan Hambit, juga ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Untuk kasus Lebak, Akil diduga bersama-sama pengacara Susi Tur Andayani menerima suap dari Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang merupakan adik dari Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. KPK juga menetapkan Susi, Wawan, dan Atut sebagai tersangka.

Sumber : Kompas.com

Editor : Maulana Lee

Jasa Lukis Dinding